![]() |
| (Foto: carakhasiatmanfaat.com) |
Otak Kiri vs Otak Kanan
Percobaan telah menunjukkan bahwa kedua sisi otak yang berbeda berperan untuk perilaku berpikir yang berbeda pula :
Otak Kiri:
- Mengontrol tubuh bagian kiri
- Ketrampilan angka-angka
- Matematika/ketrampilan ilmiah
- Menganalisa
- Obyektifitas
- Menulis
- Berbicara
- Logika
- Pertimbanga
Otak Kanan :
- Mengontrol tubuh bagian kanan
- Bentuk 3 Dimensi
- Musik dan selera seni
- Penyatuan
- Subyektifitas
- Imajinasi
- Intuisi
- Kreatifitas
- Emosi
Menurut teori ini, otak kanan bertanggung jawab secara acak, intuitif, holistik, menyatukan dan pemikiran subyektif. Sementara otak kiri berperan untuk berpikir logika, skuensial, rasional, analitis dan obyektif. Kebanyakan individu memiliki preferensi berbeda dalam menggunakan salah satu gaya berpikir ini. Jadi seseorang mungkin lenih cenderung menggunakan otak kiri, dan yang lain mungkin lebih cenderung ke otak kanan, didasarkan pada bagaimana mereka menggunakan otak kanan dan otak kiri untuk memecahkan masalah.
Menggunakan Otak Kanan
Orang yang lebih dominan menggunakan otak kanan cenderung menggunakan kreatifitas untuk memecahkan suatu masalah. Mereka lebih banyak mengandalkan intuisi dan lenih cepat menangkap gambaran keseluruhan situasi. Pada intinya orang yang banyak menggunakan otak kanan tidak detail oriented.
Menggunakan Otak KiriOrang yang lebih dominan menggunakan otak kanan cenderung menggunakan kreatifitas untuk memecahkan suatu masalah. Mereka lebih banyak mengandalkan intuisi dan lenih cepat menangkap gambaran keseluruhan situasi. Pada intinya orang yang banyak menggunakan otak kanan tidak detail oriented.
Orang yang lebih dominan menggunakan otak kiri, lebih memilih alasan untuk segala sesuatu yang lain. Mereka menggunakan logika rasional untuk mengidentifikasi penyebab masalah, dan kemudian berpikir tentang bagaimana cara mengatasinya. Pada intinya orang yang berpikir menggunakan otak kiri adalah detail oriented.
Identifikasi
Perbedaan antara fungsi otak kanan dan otak kiri pertama kali dibuat sebagai upaya awal untuk mengidentifikasi penyebab masalah berbicara. Hasil otopsi dari pasien yang mengalami gangguan berbicara yang parah menunjukkan adanya tumor besar di sisi otak kiri. Tumor ini menyebabkan pasien kehilangan kemampuan berpikir secara logis, meskipun tetap memiliki kemampuan untuk berbicara. Penilitian lebih lanjut mengungkapkan korelasi yang mendalam antara daerah aktifitas otak dan jenis tugas spesifik. Daerah penelitian sudah cukup berkembang, karena melakukan langkah rehabilitasi dan pengobatan cedera otak menjadi lebih penting.
Seimbang
Kebanyakan individu memiliki preferensi yang berbeda untuk salah satu gaya berpikir ini. Namun walau bagaimanapun, adalah lebih utuh jika sama-sama mahir berpikir menggunakan kedua cara berpikir tersebut.
Kurikulum : Agar lebih utah dalam menggunakan otak pada orientasi individu, pendidikan harus memberikan bobot yang sama dengan mengajarkan seni, kreatifitas, dan ketrampilan imajinasi.
Instruksi : Untuk menumbuhkan lebih banyak pengalaman skolastik pada kedua sisi otak, pendidik harus menggunakan teknik instruksi yang terkait dengan preferensi kedua sisi otak. Kelas di sekolah bisa meningkatkan kegiatan belajar otak kanan dengan mengikutkan lebih banyak pola, metafora, analogi, bermain peran, visual dan gerakan membaca, perhitungan dan kegiatan analitis.
Penilaian : Untuk evaluasi yang lebih akurat, pendidik harus mengembangkan bentuk-bentuk penilaian baru yang mengembangkan bakat dan ketrampilan dengan menggunakan otak kanan.
sumber : carakhasiatmanfaat

